Sudahlah, Na, hari kita sudah habis.

Penjual kalender hanya punya versi 2021 dan seterusnya, 

"Tahun 2010 sudah jadi bungkus gorengan, atau lapisan tripleks rumahan"

Kisah kita sudah usang, seperti tahun-tahun lama yang tidak mungkin terjadi lagi.


Senyummu begitu kanak, aku selalu ingat. Ia hiasan sempurna bagi

kuncir ekor kuda

baju seragam putih-biru

lembar kerja siswa

segala yang melekat pada dirimu.


Dan serupa lagu grup musik lawas, mengingatmu membuatku ingin bersenandung.

"Aku ingat apa yang kamu kenakan di hari pertama, kamu datang dan kukira ini bisa menjadi sesuatu dalam hidupku".



***

Aku masih sangat mencintaimu, Na

tetapi cintaku tidak mengawetkan apapun kecuali kenangan.

Ia seperti susu kotak yang kamu beli setiap jam istirahat

Kita menyukainya, tetapi ia basi dalam seminggu.

Hubungan kita sudah mencapai batas kedaluwarsa tahunan lalu.


***

Kuterima salam darimu dari seorang kawan,

dan tidak ada hal lain yang bisa kusampaikan kecuali segala doa-doa baik

aku harap kehidupanmu bahagia

dan mimpi-mimpimu akan menjadi kenyataan yang melambung tinggi

Pergilah jauh, Na, aku tahu itu tak akan benar-benar membuat kita saling lupa satu sama lain,

tetapi barangkali jarak bisa mengaburkan apa yang pernah kita rencanakan di masa lalu.

***


Suatu saat nanti, istriku akan bertanya

"Siapa 'Na' yang selalu kau panggil-panggil di saat tidur?"

Aku akan membual tentang sinema Hollywood, mimpi buruk bertemu ular, dan setumpuk beban kerja

Tidak akan kuceritakan tentang 'Balada Aku dan Na'

Karena tahun 2021 dan seterusnya seharusnya sudah tidak ada lagi kita.

"Kursinya sudah direservasi perempuan lain. Satpam, tolong bawa Na ke luar."


*** 


Na, jangan berkubang dulu dalam kesedihan,

Ada probabilitas jika,

istriku dan suamimu akan berpulang (terlebih dahulu, jika Tuhan mengizinkan).

Kutemui kau di panti wreda, kemudian berdoalah ia memiliki beranda di lantai dua.

Kita akan mengulang masa remaja, menatap langit, membicarakan masa lalu karena masa depan sudah bukan milik kita lagi.


Namun itu suatu saat nanti, Na, jika Tuhan berkehendak.

Toko buku hanya menjual kalender terbaru, 

dan belum ada hari merah untuk merayakan kisah kita.